Meloxicam

Risiko Cardiovascular

–       AINS dapat menyebabkan peningkatan risiko cardiovascular thrombotic serius, myocardial infarction, dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Risiko ini meningkat dengan lamanya penggunaan. Pasien dengan penyakit cardiovascular atau yang memiliki faktor risiko penyakit cardiovascular (lihat PERINGATAN).

–       Meloxicam dikontraindikasikan untuk pengobatan nyeri pre-operatif pada bedah pintas koroner (lihat PERINGATAN).

Risiko pada Saluran Cerna

–       AINS menyebabkan peningkatan risiko efek samping serius pada saluran cerna, termasuk perdarahan, ulceration, dan perforasi lambung atau usus, yang dapat berakibat fatal. Efek samping ini dapat terjadi kapan pun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia berisiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna (lihat PERINGATAN).

Komposisi

Tiap tablet mengandung meloxicam 7,5 mg.

Tiap tablet mengandung meloxicam 15 mg.

Cara Kerja Obat

Meloxicam adalah obat antiinflamasi dan antirematik nonsteroid (AINS) dari golongan asam enolate. Meloxicam bekerja dengan cara menghambat biosynthesize prostaglandin yang merupakan mediator peradangan melalui penghambatan cyclooxygenase-2 (COX-2), sehingga terjadinya proses peradangan dapat dihambat.

Indikasi

  • Terapi symptomatic jangka pendek pada osteoarthritis exacerbation akut.
  • Terapi symptomatic jangka panjang arthritis rematoid (polyarthritis kronis).

Dosis

  • Osteoarthritis: 7,5 mg 1 x sehari. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg 1 x sehari.
  • Arthritis rematoid: 15 mg 1 x sehari. Dosis dapat dikurangi hingga 7,5 mg 1 x sehari, tergantung respon terapeutik.

Pemberian kombinasi

Dosis total meloxicam tablet dan injeksi per hari tidak boleh melebihi 15 mg.

Peringatan dan Perhatian

Efek Cardiovascular

Kejadian Cardiovascular Thrombotic

Uji klinis dengan berbagai COX-2 selektif dan AINS nonselektif sampai dengan tiga tahun menunjukkan peningkatan risiko cardiovascular (CV) thrombotic serius, myocardial infarction, dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Semua AINS, baik COX-2 selektif maupun nonselektif, dapat menyebabkan risiko yang sama. Risiko meningkat pada pasien dengan penyakit CV atau memiliki faktor risiko penyakit CV. Untuk mengurangi risiko efek samping tersebut, AINS harus diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala CV sebelumnya.

Pasien harus diberi informasi mengenai tanda dan/atau gejala CV serius dan langkah yang harus dilakukan jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul.

Tidak ada bukti bahwa penggunaan bersama aspirin dapat mengurangi peningkatan risiko efek samping CV thrombotic  serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama dengan aspirin justru meningkatkan risiko efek samping serius pada saluran cerna (lihat PERINGATAN Saluran Cerna).

Dua uji klinis yang besar dan berpembanding dengan AINS yang COX-2 selektif untuk pengobatan nyeri 10-14 hari setelah bedah pintas koroner menunjukkan peningkatan kejadian myocardial infarction dan stroke (lihat KONTRAINDIKASI).

Hipertensi

AINS, termasuk meloxicam, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada yang dapat berakibat pada peningkatan efek samping CV. AINS dapat menurunkan efek antihipertensi thiazide atau diuretik kuat. AINS, termasuk meloxicam, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darah harus dimonitor sejak awal dan selama terapi dengan AINS.

Gagal Jantung Kongesti dan Edema

Retensi cairan dan edema telah terlihat pada beberapa pasien yang menggunakan AINS. Meloxicam harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.

Saluran Cerna-Risiko Ulceration, Perdarahan, dan Perforasi

AINS, termasuk meloxicam, dapat menyebabkan efek samping saluran cerna serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulceration, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek samping serius ini dapat terjadi kapan pun, dengan atau tanpa gejala peringatan. Hanya satu dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atas menunjukkan gejala. Ulcer pada saluran cerna atas, perdarahan, atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada sekitar 1% pasien yang diobati selama 3-6 bulan, dan pada kira-kira 2-4% pasien yang diobati selama satu tahun. Penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping saluran cerna serius. Namun, terapi jangka pendek bukan berarti tanpa risiko.

AINS harus diresepkan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak atau perdarahan saluran cerna. Pasien dengan riwayat tukak peptik dan atau perdarahan saluran cerna yang menggunakan AINS memiliki risiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor risiko tersebut. Faktor lain yang meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna adalah penggunaan bersama corticosteroid atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, penggunaan alkohol, usia lanjut, dan status kesehatan yang buruk. Sebagian besar laporan spontan efek samping saluran cerna fatal terjadi pada pasien usia lanjut atau pasien yang sangat lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan dalam mengobati populasi ini.

Untuk mengurangi risiko efek samping saluran cerna pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap tanda dan gejala ulceration dan perdarahan saluran cerna selama terapi dengan AINS. Jika dicurigai adanya efek samping saluran cerna yang serius, segera dilakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien berisiko tinggi, terapi alternatif yang tidak melibatkan AINS dapat dipertimbangkan.

Efek Samping

Efek samping jarang terjadi, seperti:

  • Gangguan pencernaan: sakit perut, konstipasi, diare, dispepsia, rasa kembung, mual, dan muntah.
  • Seluruh tubuh: edema dan rasa sakit, reaksi alergi dan anafilaksis, demam, penurunan dan penambahan berat badan.
  • Sistem saraf pusat: pusing, sakit kepala, perasaan kantuk, vertigo, tinnitus.
  • Hematologi: anemia, gangguan jumlah sel darah putih, leukopenia, dan thrombocytopenia.
  • Sistem pernapasan: batuk, infeksi saluran pernapasan, asma, bronchospasm.
  • Kulit: pruritus, ruam kulit, urticaria, stomatitis, dan photosensitization.
  • Fungsi hati: meningkatkan transaminase dan bilirubin.
  • Genitourinary: kelainan parameter fungsi ginjal (penambahan serum creatinine dan/atau serum urea).
  • Cardiovascular: angina pektoris, gagal jantung, hipertensi, hipotensi, myocardial infarction.

Kontraindikasi

  • Penderita yang hipersensitif terhadap meloxicam, acetosal atau obat-obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
  • Masa kehamilan atau menyusui.
  • Anak-anak dan remaja yang umurnya kurang dari 15 tahun.
  • Ulcer lambung yang aktif.
  • Insufficiency hepar berat.
  • Insufficiency ginjal berat yang tidak didialisis.
  • Perdarahan saluran pencernaan, perdarahan pembuluh darah otak atau perdarahan penyakit lainnya.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita yang diketahui memiliki riwayat/gejala asma, polip hidung, angioedema atau urticaria, setelah penggunaan AINS lainnya.

Interaksi Obat

  • Risiko perdarahan dapat meningkat bila diberikan bersamaan dengan antikoagulan (warfarin, heparin), antiplatelet (ticlopidine, dipyridamol, eptifibatide).
  • AINS dapat menurunkan efek antihipertensi dari ACE inhibitor, hydralazine, dan thiazide.
  • Penggunaan bersamaan corticosteroid dapat meningkatkan risiko tukak lambung.
  • Aspirin meningkatkan konsentrasi meloxicam dalam serum.
  • AINS dapat meningkatkan nephrotoxicity cyclosporine dan kadar lithium.
  • Konsumsi alkohol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung.
  • Penggunaan bersamaan dengan lithium, methotrexate, cholestyramine, cyclosporine, antidiabetes oral, dan antihipertensi (termasuk: β-blocker, ACE inhibitor, vasodilator, dan diuretik) dapat meningkatkan kadar obat-obat tersebut, penggunaan bersamaan dengan cholestyramine dapat meningkatkan bersihan meloxicam.
  • Penggunaan bersamaan dengan kontrasepsi/IUD: menurunkan efektivitas alat kontrasepsi/IUD.
  • Penggunaan bersamaan dengan AINS lain (termasuk salicylate) dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko ulcer gastrointestinal dan perdarahan akibat efek sinergisme.
  • Penggunaan bersamaan dengan furosemide dapat mereduksi efek natriuresis dari furosemide.

Cara Penyimpanan

Simpan di bawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Nomor Registrasi

Meloxicam 7,5 mg tablet, kotak 5 strip @ 10 tablet.

No. Reg. GKL0720933810A1

Meloxicam 15 mg tablet, kotak 5 strip @ 10 tablet.

No. Reg. GKL0720933810B1

Diproduksi oleh: PT Indofarma, Bekasi – Indonesia.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

228total visits,1visits today