Gerakan Ayo Buang Sampah Obat

Pada Minggu pagi (1/9/2019) berlokasi di arena Car Free Day Jl. MH. Thamrin Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOMP) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ayo Buang Sampah Obat” sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang dicanangkan Presiden RI sejak 2017.

Pihak-pihak yang digandeng BPOM antara lain Ikatan Apoteker Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Gabungan Perusahaan Farmasi, Kowani, Kwarnas Pramuka, Mahasiswa, dan Siswa SMA di wilayah Jakarta.

Tujuan dari kegiatan ini antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan peran pelaku usaha dan masyarakat dalam pengawasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat sehingga dapat meminimalisir risiko peredaran obat ilegal termasuk palsu serta menumbuhkan budaya masyarakat untuk membuang sampah obat dengan benar

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP dalam sambutannya menyampaikan, dampak globalisasi yang salah satunya adalah penjualan produk obat dan makanan secara online menimbulkan potensi di masyarakat memperoleh produk dengan cepat dan murah. Namun menjadi tantangan juga untuk menyeleksi bahwa produk tersebut sudah mendapatkan izin edar dari BPOM. “Jangan sampai kita membeli pangan yang malah merusak kesehatan kita”, begitu pesannya.

Dalam kesempatan itu juga, BPOM bersama Ikatan Apoteker bekerjasama untuk memberikan fasilitas pengelolaan sampah obat yang sudah tidak terpakai untuk diserahkan kepada apotek-apotek untuk dibuang secara benar di tempat pembuangan yang disediakan. Penny menambahkan bahwa, “Tujuan gerakan ini agar obat yg dibuang tidak terjadi penyalahgunaan obat dan merusak lingkungan”.

977total visits,1visits today