MUNAS GP JAMU & PLANT VISIT KE INDOFARMA

Bertempat di kantor pusat dan pabrik PT Indofarma Tbk, Cikarang Barat, Bekasi (21/2) manajemen Perseroan menerima kunjungan anggota Gabungan Pengusaha Jamu di sela-sela Musyawarah Nasional VIII GP Jamu pada 20-21 Februari di Jakarta.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto, Direktur Keuangan & Human Capital Indofarma Herry Triyatno, dan Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Perseroan karena selain mengenalkan fasilitas produksi herbal yang telah bersertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Sertifikat Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dan Sertifikat Halal, sekaligus menjadi ajang membuka potensi kerjasama dengan para pengusaha Jamu yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi high priority target pasar atas produk ekstrak maupun toll manufacturing PT Indofarma Tbk.

Sebagai catatan, sampai dengan saat ini jumlah industri obat tradisional sebanyak 1.127 terdiri dari Industri Obat Tradisional, Industri Kecil Obat Tradisional dan Usaha Kecil Obat Tradisional dengan potensi pasar diproyeksikan pada tahun 2030 sebesar Rp30 triliun, sehingga seiring dengan pertumbuhan pasar obat tradisional maka kebutuhan bahan baku ekstrak akan mengalami peningkatan.

Selain acara kunjungan, juga diselenggarakan penandatanganan nota kesepahaman antara Indofarma dengan GP Jamu dalam hal penelitian dan pengembangan terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berpotensi menumbuhkan industri jamu atau herbal di tanah air. Indofarma berkomitmen untuk menyediakan bahan baku ekstrak yang mempunyai kualitas terjamin sesuai standard yang berlaku.

Gabungan Pengusaha Jamu adalah organisasi nasional bagi industri obat tradisional sebagai organisasi yang bertanggungjawab terhadap  pengembangan industri obat tradisional (jamu) dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

1246total visits,9visits today