Mesin Farma & Alat Kesehatan

Mesin Farmasi

Pharmaceutical Engineering adalah kegiatan pengembangan usaha yang mulai dirintis Perseroan sejak 1999 untuk memenuhi kebutuhan internal Perseroan dan mulai dikomersialisasikan sejak tahun 2012. Produk Pharmaceutical Engineering yang diproduksi dan dipasarkan Perseroan adalah mesin pengemasan untuk industri farmasi kepada pihak luar. Untuk dapat menjaga orisinalitas produk mesin tersebut, Perseroan memberikan nama merk Indomach.

Segmen usaha Pharmaceutical Engineering merupakan aktivitas usaha dimana Perseroan melalui unit usaha Indomach melakukan manufaktur, penjualan, dan pemeliharaan mesin kebutuhan pabrik farmasi kepada pihak luar. Proses desain dan produksi dari mesin-mesin ini sepenuhnya dilakukan oleh unit usaha Indomach dengan mengedepankan mesin-mesin—khususnya mesin stripping dan blistering—yang memiliki potensi keuntungan dalam pasar pabrik farmasi nasional. Hingga saat ini, Indomach merupakan salah satu produsen lokal dari produk mesin stripping dan blistering untuk industri farmasi nasional, dengan keunggulan harga yang kompetitif dan berbasis teknologi mesin Eropa dibandingkan kualitas dan harga dari kompetitor. Di samping itu, produksi mesin yang dilakukan Perseroan sepenuhnya menyesuaikan dengan prasyarat dari regulator yaitu BPOM yang dapat menjadi rujukan kualifikasi bagi pelanggan saat menggunakan produk mesin yang diproduksi Perseroan melalui unit usaha Indomach.

Alat Kesehatan

segmen usaha Alat Kesehatan dan Produk Lainnya terdiri dari tiga aktivitas utama. Pertama, Solusi Bisnis, dimana Perseroan melalui Entitas Anak IGM melakukan kerjasama dengan prinsipal alat kesehatan untuk melakukan penempatan alat di rumah sakit. Sistem ini ditempuh dengan perjanjian bagi hasil baik antara pihak rumah sakit, prinsipal alat kesehatan, maupun Perseroan melalui Entitas Anak IGM. Sedikit berbeda dengan yang pertama, pada aktivitas kedua atau jual beli alat kesehatan, Perseroan melalui IGM melakukan mekanisme jual beli alat kesehatan dari prinsipal kepada rumah sakit. Dengan luasnya kerjasama rumah sakit yang dimiliki Perseroan dan Entitas Anak IGM, Perseroan dapat memberikan pasar yang lebih luas kepada prinsipal alat kesehatan untuk memasarkan produk yang mereka miliki.

Ketiga adalah aktivitas usaha yang telah dikembangkan Entitas Anak IGM di tahun 2015, yaitu Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS). Sistem ini berbasis Teknologi Informasi (TI) dan bekerjasama dengan prinsipal TI untuk mengembangkan sistem TI sebuah rumah sakit secara keseluruhan. Mulai dari pasien datang, pasien rujukan dari Puskesmas atau rumah sakit lain, jumlah tempat tidur yang tersedia, layanan dokter, layanan apotek dan laboratorium, hingga manajemen rumah sakit termasuk persediaan barang dan sistem akuntansi. Akses SIM RS ini dapat dilakukan oleh pihak luar, yang memungkinkan layanan sebuah rumah sakit dapat lebih terbuka dan efektif bagi masyarakat yang lebih luas. Hingga akhir tahun 2016, layanan SIM RS telah mengelola sistem manajemen informasi di lima rumah sakit.

Kontribusi produk Alat Kesehatan sebanyak 10,67% juga berasal dari perolehan Persetujuan Ijin Edar produk baru di tahun 2016, yakni sebanyak empat item:

  1. Smart Diagnostic Malaria Pf/Pv Cassette = Uji cepat deteksi Plasmodium falciparum (HRPII) dan Plasmodium vivax (pLDH) dalam darah
  2. Smart Diagnostic Dengue IgG/IgM Test Cassette = Uji cepat deteksi antibodi IgG/IGM terhadap virus dengue dalam serum, plasma atau darah utuh manusia
  3. Smart Diagnostic One Dengue NS1 Test Cassette = Uji cepat untuk mendeteksi antigen dengue NS1 terhadap virus dengue dalam serum, plasma atau darah utuh manusia
  4. Smart Diagnostic Malaria Pf/Pan Cassette = Uji cepat deteksi Plasmodium falciparum (HRPII) dan PLDH (Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Plasmodium malaria) dalam darah manusia

Di tahun 2016, Perseroan melalui unit usaha Indomach tengah mempersiapkan diri untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait pengadaan alat kesehatan, yaitu tempat tidur rumah sakit yang berasal dari produsen lokal. Selain mendukung program pemerintah, Perseroan melihat adanya kesempatan perluasan cakupan pasar, khususnya terkait kebutuhan kamar rumah sakit yang terus bertambah, dan peningkatan status Puskesmas menjadi Rumah Sakit tipe D.